« Home | Nick Vujicic: When God Says No, He Says Yes for So... » | 10 Alasan Untuk Bangkit Ketika Kamu Gagal atau Dik... » | 21 Kualitas Pemimpin Sejati » | #21: Visi » | #20: Sikap Mau Diajar » | #19: Kepelayanan » | #18 : Disiplin Diri » | #17: Kemapanan » | #16: Tanggung Jawab » | #15: Hubungan »

Platform - Which way 2 go? (Only 4 Techies)

Confused?
Sebelum mulai membaca, saya jelaskan dulu bahwa saya bingung untuk menentukan pilihan platform Java dan .NET. Saya memiliki beberapa pemikiran dan saya berharap anda dapat membantu saya untuk memberikan ide-ide atau pendapat mengenai kedua platform ini.
Saya sendiri bergerak di bidang pembuatan aplikasi perangkat lunak tailor-made (sesuai permintaan customer). Aplikasi dibuat dengan Borland Delphi dan semuanya merupakan desktop application. (bukan web-based)
These thoughts are my personal opinion, not related with company I work for.

Platform

Saat ini ada dua kutub platform software yang terkemuka dan menjadi perdebatan sejak lama. Saya tidak tahu kapan persisnya perdebatan itu dimulai, tapi saya mulai memikirkan tentang keunggulan dan kekurangan dua platform ini sejak sekitar tahun 2001. Anda tentu langsung bisa menebak bahwa platform ini adalah Java dan .NET.

Bagi kalangan programmer menguasai pembuatan program pada kedua platform berbeda sekaligus bukanlah hal yang mudah. Mungkin penguasaan pembuatan program pada kedua platform ini wajib kita lakukan ketika kuliah di jurusan Teknik Informatika. Ketika dalam dunia studi kita memang selalu dituntut untuk bisa mempelajari ilmu gado-gado. Sebenarnya ini bagus juga, karena kita dipaksa untuk mencoba berbagai macam alternatif yang ada. Namun ketika kita mulai beralih ke dunia kerja, tentunya kita dituntut untuk menjadi semakin mahir. Menurut saya, kita tidak mungkin bisa menjadi mahir dalam dua platform sekaligus, kecuali kita memang mendapat bakat tersendiri untuk ini. Jadi seorang yang ingin mulai berkarir sebagai programmer, atau mungkin merencanakan untuk menjadi seorang pebisnis di bidang pembuatan software, harus membuat pilihan penting ini. Pilihan untuk memperdalam ilmu di platform Java atau di .NET.

Memperdalam ilmu di platform Java, tentunya kita harus mempelajari bahasa Java. Bahasa Java untuk tingkat advanced (yang berkaitan dengan J2EE), menurut saya cukup susah untuk dipelajari karena menurut pengalaman saya mencari resource untuk belajar Java itu susah. Buku yang membahas J2EE di Indonesia masih sangat sedikit.

Memperdalam ilmu di platform .NET, kita memiliki lebih banyak pilihan. Namun kelihatannya yang paling banyak digunakan adalah bahasa C# dan VB.NET. Mempelajari C# dan VB.NET lebih mudah karena resource dan buku-buku banyak tersedia.

Situasi Saat Ini
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pemilihan platform, kita lihat dulu situasi saat ini. Saat ini di negara kita, Indonesia, sistem operasi yang paling banyak dipakai di dunia bisnis adalah Microsoft Windows. Windows yang paling banyak dipakai adalah Windows XP dan beberapa masih memakai Windows 98. Dan perlu kita ingat, walaupun Windows ini sangat mendominasi di berbagai perusahaan, namun sebagian besar di antaranya adalah bajakan.
Beberapa perusahaan ada yang menggunakan Linux, sebagian terpaksa karena takut kena razia pembajakan yang akhir-akhir ini sering menjadi isu yang santer.
Saya sendiri tidak tahu, pemakaian Linux ini menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas karyawan atau tidak, mengingat mayoritas pemakai komputer di negara ini belum terbiasa menggunakannya.

Saya sempat menanyakan harga software Microsoft dan seingat saya harga Ms Windows XP Home (setahu saya XP Home ini tidak bisa join di active directory) di kisaran $70, sedangkan Ms Windows XP Professional di kisaran $140.
Bila sebuah perusahaan kecil memiliki sekitar 10 komputer, dan hati nurani si bos mengingatkannya untuk menjalankan usaha dengan legal, maka bisa dihitung sendiri berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sistem operasi. Sedangkan kita semua tahu sistem operasi Linux itu gratis.

Karena masih didominasi sistem operasi Windows 98 dan Windows XP, saat ini sebagian besar software house masih menggunakan bahasa pemrograman VB6 atau Borland Delphi 7 dalam pengembangan aplikasi. Namun saya melihat bahwa kedua bahasa pemrograman ini mulai out-of-date. Saya menganggapnya out-of-date setelah melihat lowongan-lowongan pekerjaan di luar negeri. Untuk platform Windows XP dan Windows 98, kedua bahasa pemrograman itu memang masih sangat mumpuni dan dapat dikatakan sudah memuaskan. Tetapi dengan ada rencana munculnya Windows Vista dalam waktu dekat dan melihat perkembangan tren di luar negeri, tampaknya kita harus mulai berpikir ke depan dan mempelajari sesuatu yang baru.

Situasi Selanjutnya
Sistem operasi dari Microsoft yang akan diluncurkan adalah Windows Vista. Windows Vista ini sendiri masih dapat menjalankan aplikasi Win32 dengan baik. Namun untuk bisa memanfaatkan kelebihan Windows Vista, para pengembang aplikasi untuk sistem operasi Windows sepertinya mau tidak mau harus mengembangkan aplikasi di atas platform .NET, yang dalam waktu dekat juga akan dirilis versi terbarunya (.NET 3.0).
Kita lihat lagi situasi di negara kita. Siapkah perusahaan-perusahaan yang saat ini menggunakan sistem operasi Microsoft bajakan menggantinya dengan Microsoft Windows Vista asli. Jika mereka tidak siap, dapatkah mereka mencari Microsoft Windows Vista bajakan? Kelihatannya Microsoft semakin pandai dalam hal mencegah pembajakan software. Jika perusahaan itu tidak bisa mendapatkan Vista bajakan akankah mereka bertahan terus dengan Windows XP bajakannya?

Jika mereka memilih untuk menjadi perusahaan yang maju, mereka harus memilih: tetap setia pada produk Microsoft (yang artinya mereka harus mengeluarkan kocek lebih untuk membeli Windows Vista), atau beralih ke sistem operasi alternatif seperti Linux.
Sebenarnya Linux juga bukan tanpa biaya, karena bila SDM perusahaan tersebut tidak siap juga dapat mengakibatkan penurunan produktifitas kerja. Belum lagi bila perusahaan tersebut harus melatih SDM bagian IT untuk menyiapkan setting jaringan baru di bawah sistem operasi Linux.

Posisi Kita Sebagai Pembuat Software
Sebagai orang IT, khususnya sebagai penyedia solusi di bidang perangkat lunak. Kita harus memikirkan jalan mana yang akan kita tempuh. Saya sendiri cukup bingung dengan hal ini. Saya melihat ada 3 jalan, yang semuanya ke arah yang berbeda:
a. Jalan Pertama
Kita mencukupkan diri dengan bahasa pemrograman yang kita pakai saat ini yang berjalan di platform Win32 (bisa Borland Delphi 7, VB6, atau Visual Foxpro).
Bila kita tetap di titik ini kita berharap masih banyak perusahaan yang menggunakan Windows XP untuk jangka waktu yang cukup lama. Dan seandainya banyak perusahaan yang beralih ke Windows Vista, kita tetap bisa berharap perusahaan-perusahaan tersebut sudah cukup puas dengan program spesifikasi Win32 kita (tidak memanfaatkan kelebihan Windows Vista dan platform .NET-nya) yang berjalan smooth di sistem operasi Vista.
Bila kita tetap memilih jalan ini, maka sekarang kita gunakan waktu kita untuk tetap memperdalam ilmu di bahasa pemrograman yang sedang kita pakai. Kita juga bisa memanfaatkan waktu luang kita untuk mencoba membuat modul-modul atau komponen-komponen program sehingga kita dapat menghasilkan suatu aplikasi dengan lebih cepat.

Kalau memilih jalan ini, saya mengasumsikan bahwa konsumen kita adalah konsumen yang kurang memperhatikan perkembangan teknologi. Ini mungkin tidak menjadi masalah karena di negara kita masih banyak pengusaha-pengusaha yang tidak begitu peduli dengan perkembangan teknologi. Dia hanya ingin software kita dapat membantu usahanya dan tidak peduli teknologi apa yang digunakan. Buktinya beberapa perusahaan sampai saat ini masih ada yang memakai software yang dibuat dengan foxpro for DOS. Bahkan di tahun 2006 ini saya masih menjumpai ada yang menggunakan Lotus.

b. Jalan Kedua
Memilih berada di platform .NET. Dengan memilih berada di platform .NET berarti dengan sendirinya kita mengakrabkan diri dengan teknologi Microsoft. Kita mengikuti perkembangan Windows Vista dan mulai menggunakan waktu luang kita untuk mempelajari bahasa C# atau VB.NET. Bahasa C# dan VB.NET sendiri sekarang telah tersedia versi gratisnya (Express Edition) sehingga kita tidak perlu dipusingkan dengan soal pembajakan.
TETAPI, bila perusahaan yang menjadi klien kita hanya menggunakan Windows XP dan kita tidak membuat aplikasi berbasis web, tidak ada gunanya kita mempelajari .NET karena semua bisa kita selesaikan dengan bahasa pemrograman Win 32 (Delphi 7, VB6, VFP).
Jadi dengan memilih jalan ini, diasumsikan kita akan membuat aplikasi berbasis Web atau membidik konsumen perusahaan-perusahaan yang memakai Windows Vista.

Perlu diingat juga kalau perusahaan tersebut memiliki dana cukup untuk membeli Vista asli, berarti kemungkinan besar mereka juga memiliki dana yang cukup untuk membeli aplikasi-aplikasi bisnis dari perusahaan software mancanegara. Jadi bersiaplah bersaing dengan vendor dari luar negeri. Ingat, Microsoft juga mulai membidik UKM.

Kalau memilih jalan ini, kita harus yakin kalau perusahaan kita dapat menyediakan aplikasi yang benar-benar memiliki nilai lebih daripada program-program jadi yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan besar.

c. Jalan Ketiga
Banting setir ke dunia Java dan Linux.
Mulai gunakan waktu luang yang ada untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya tentang platform Java. Kalau anda sudah mahir di platform Java, tidak jadi soal apakah nantinya klien anda perusahaan yang menggunakan sistem operasi Microsoft atau menggunakan sistem operasi Linux. Java runs everywhere.
Mungkin ada yang sekarang segera bangkit dan berkata, .NET juga bisa jalan di Linux (mis: Mono). Ok, saya juga tahu sedikit tentang ini. Tapi setahu saya, .NET yang berjalan di Linux tidak memiliki 100% kemampuan seperti .NET yang dijalankan di sistem operasi Windows. Please, correct me if I’m wrong….
Sekali lagi, kalau anda menempuh jalan ini, yang harus diingat adalah terjun ke dunia Java itu susah, tidak semudah di dunia Microsoft yang resoure untuk belajarnya tersedia melimpah, mulai dari MSDN sampai buku-buku terbitan lokal.
3rd party component untuk Java saya rasa juga tidak sebanyak aplikasi yang dikembangkan di sistem operasi Windows. Kalau kita mengembangkan aplikasi Win32 atau .NET banyak tersedia komponen 3rd party yang harganya tidak terlalu mahal dan bisa sangat membantu kita untuk mempercepat pembuatan suatu aplikasi. (Misalnya: komponen datagrid yang canggih, komponen transfer report ke Excel)

Kalau memilih jalan ini, saya mengasumsikan bahwa klien kita cukup kritis dengan budget (karena dia memilih menggunakan Linux yang gratis). Di sisi lain, usaha yang harus kita keluarkan untuk menjadi mahir dalam platform Java saya rasa bisa sangat besar. Untuk menjadi mahir di platform Java, kita memerlukan invest waktu lebih banyak daripada untuk mahir di platform .NET.

Jadi ketiga jalan ini memang tidak mudah. Kalau anda sekarang bergerak di bidang aplikasi tailor-made yang menggunakan platform Win32, jalan mana yang akan anda tempuh?
Atau mungkin anda memiliki jalan lain yang tidak bisa saya lihat?

Saya sangat mengharapkan pendapat anda semua
and please… correct me if I’m wrong…..

hhmm... cukup menarik

Sepertinya apa yg anda pikirkan sama dengan saya pikirkan. Belakangan saya agak jenuh mengikuti perkembangan OS & developer tool Microsoft yg terlalu cepat, yg ujung2nya duit.

Sesuai dengan pengalaman saya sebagai developer untuk internal perusahaan saya (Microsoft based), umumnya user lebih peduli pada aplikasi yang secara fungsional berjalan baik, dan memenuhi kebutuhan pemakai.

Umumnya mereka tak terlalu peduli dengan teknology apa yang ada dibalik applikasi tsb.

Secangih apapun teknologi atau tehnik pengembangan suatu software, namun ketika user banyak menemukan error atau bugs atau secara fungsional kurang sesuai kebutuhan user, maka anda di anggap gagal.

Dengan demikian menurut saya, pengembangan software harus sesuaikan dengan kebutuhan user. Bila bisa dilakukan dengan teknology yg sederhana (VB, VBA Excel, Foxpro, delphi), why not! kenapa harus memaksakan diri gunakan .NET atau J2EE, kecuali bila memang ada kebutuhan khusus yang memang harus menggunakan .NET atau J2EE.

Teknology mendasar yg paling membedakan antara VB dan .NET, menurut saya adalah Web services, XML-based, dan mobile-based. Khusus untuk Web based, sepertinya teknology ASP.NET memang lebih memudahkan developer ketimbang ASP.

He..he..he... sama-sama pusing dech...

memilih antara NET ataupun Java emank pusinggg.... tapi kalo emank basic anda delphi, mungkin anda bisa menguasai C#.NET hanya dalam waktu sebulan, karena emank cara koding & struktur komponen yg mirip... tapi kalopun aku harus pindah ke-NET aku akan pilih Delphi.NET ataupun Chrome karena bahasanya masih Pascal... kalopun anda 'sekedar' pengen Multi-Platform masih ada Lazarus Free Pascal... jadi kalo menurutku... kesimpulannya : kalo anda mau pindah dari delphi mending segera lari ke-Java , tapi inget juga ... untuk pengembangan desktop application (Win32) hingga 5 tahun kedepan menurutku delphi masih yg terbaik, dan PHP still the best for web .........

Karena saya bukan Techies, jadi saya ndak pati boleh kasih komen ya ^_^

Tapi saya cuman pengen nanya dari aspek non-teknis ajah.
Klo pake produk2 Microsoft tuk develop, bukankah harus pake licensing juga? tapi saya sdr ga tau gimana itung2annya. sampean tau ngga?
Klo pake VB express kan cuman boleh dipake tuk belajar. bukan buat develop produk utk dijual.

Hmm.... menarik,
Tapi aku coba untuk ulas sedikit pendapatku.
Aku juga seoarang freelance developer seperti anda, dan mengerti mengenai kebingungan anda untuk menentukan arah platform pemrograman yang harus anda pilih.
Tapi saya tetap berpegang pada delphi. Mengapa ditengah hiruk pikuk banyaknya platform yang ada saat ini, saya tetap memilih delphi sebagai tools development saya?
Berikut ini beberapa alasannya:
1. Saya sudah mempelajari dan mempergunakan delphi sejak delphi 4 hingga sekarang delphi 2006. Nah itu sudah merupakan investasi waktu yang tak ternilai. Dan saya beruntung karena mempelajari bahasa yang tepat karena tidak akan pernah out of date yang disebabkan karena backward support yang selalu dipertahankan oleh pengembang delphi sehingga kode yang saya buat di delphi 4 sekalipun masih bisa dijalankan dengan sedikit modifikasi di delphi 2006 sekalipun.
2. Delphi telah menjadi bahasa yang mudah namun memiliki kemampuan yang kuat, jadi seperti kemudahan vb dan kekuatan bahasa c. meski hal itu telah di perbaiki oleh microsoft dengan adanya vb.net
3. Meski platform .NET telah mulai banyak di implementasikan, namun microsoft masih mempertahankan platform win32 untuk waktu yang lama, paling hanya di ubah ke platform win64 dalam waktu dekat ini. Nah semua platform berbasis windows sudah dapat didukung oleh delphi, karena ada delphi for win32, delphi for .NET, dan akan ada delphi for .NET 2.0, delphi for Vista, dan delphi for win64 untuk beberapa tahun ke depan. Semua platform windows yang di dukung oleh delphi, masih mensupport kode yang kita buat di delphi sebelumnya, yang perlu dilakukan hanyalah melakukan perubahan sedikit dan melakukan kompilasi ulang.
4. Kalo berbicara platform, maka saya lebih prefer membandingkan antara platform windows atau linux, karena itu yang lebih menjadi perhatian saya sesuai dengan pemikiran mengenai apakah windows akan terus dipertahankan oleh perusahaan di indonesia. Satu hal yang pasti, saya percaya delphi akan terus mengikuti perkembangan windows, nah sekarang tinggal apakah windows masih benar - benar akan dipakai untuk beberapa waktu kedepan?Jawabannya adalah iya, karena bagaimanapun windows masih lebih mudah penggunaannya dan pihak IT dari semua perusahaan akan lebih memilih windows karena memiliki total investasi yang lebih rendah, karena dengan os linux, kita perlu training pengguna untuk operasional linux, training pengguna untuk aplikasi bisnis yang mungkin gratis, namun tidak untuk jasa trainingnya, dan lain sebagainya. Jadi menurutku untuk beberapa tahun kedepan saya masih memilih mengembangangkan aplikasi di platform win32/win64.
5. Delphi memiliki fitur yang lengkap, baik untuk windows base maupun web based, delphi memiliki webservice, intraweb dan lain sebagainya, versi terbaru memberikan kemampuan untuk memprogram secara object melalui ECO-nya sehingga kita hampir tidak perlu menulis kode apapun untuk membuat sebuah aplikasi, karena otomatis di generate saat kita mendisain dengan UML.

Jadi menurutku platform win32/win64 tidak akan pernah mati. Pengguna sudah menyukai aplikasi windows karena lebih nyaman, yang menyebabkan sebagian perusahaan masih mempertahankan dos based application karena mereka butuh cetak yang cepat, namun saat ini sudah banyak komponen report generator yang mampu melakukannya.
Menurutku kita masih bisa mempergunakan delphi untuk beberapa tahun kedepan dan kita tidak perlu kehilangan segala investasi yang telah kita tanamkan dan tidak perlu menambah investasi baru yang jauh lebih besar.

Kita tidak perlu belajar bahasa baru lagi yang sama sekali asing bagi kita, kita tidak perlu pusing support atas tool kita akan dimatikan seperti kasus pada vb developer dimana banyak yang kecewa atas perubahan dari vb ke vb.net yang notabene perubahan total secara prinsip dari konsep pemrograman visual basic yang mereka kenal.

Disini saya memang secara tidak langsung sudah menunjuk delphi sebagai bahasa yang tepat untuk anda, namun tidak ada maksud untuk menjelekan produk lain, hanyalah sebagai pembanding. Segala keputusan tetap di tangan anda semoga anda temukan arah pemrograman anda, namun pastikan itu yang tepat dan terbaik untuk anda.

Iwan CS

Actually, saya jg pernah dipersimpangan jalan seperti ini. Tapi akhirnya
saya pilih java dengan beberapa alasan.
1. Multiplatform, sehingga saya bisa menggenggam minimal 3 market
pengguna OS (win, linux n solaris) sekaligus, artinya market saya bisa
lebih besar ketimbang nembak hanya 1 market (win).
2. Low cost. Karena teknologi Java diberikan ke komunitas, jadi saya
bisa mulai bisnis dengan modal 0. Ini kan sangat cocok utk UKM IT, :D.
3. Mengenai masalah time to market. Saya rasa ini sangat tergantung IDE
dan tool2nya. Contoh, dulu buat EJB CMP mungkin perlu waktu lama, namun
sekarang dengan Netbeans 5.0, tinggal klik beberapa, langsung jadi. Kl
Delphi masih dekat di hati, JBuilder mirip2 dengannya. Seandainya sama2
buat di text editor, saya rasa tingkat waktu produksi .NET atau Java
sama saja.
4. Pembelajaran. Dari pengalaman belajar Java, saya cari konsep intinya
lebih dahulu, baru trivialnya. Kl desktop (swing), maka saya belajar
konsep MVC-nya dulu. Ini membuat pembelajaran Java jadi seperti makan
snack sambil minum kopi di sore hari di tepi pantai nusa dua di hotel
nikko sambil ditemani istri :D. Mengenai sedikitnya buku2 Java berbahasa
Indo, saya kasi bocoran, penerbit buku2 besar sedikit sekali kasi porsi
utk buku Java, krn menurut catatan penjualan mereka, buku2 Java memble
penjualannya. Makanya mereka kurang sekali bersemangat saat disodori
proposal buku Java. Karena itu saya saat ini sedang bikin effort utk
buat portal e-book n e-learning Java berbahasa indonesia. Ditunggu
keterlibatan teman2 JUG.

Rgds,
TriM

hahaha
gambarnya lucu banget

Still Love Java....Microsoft Expensive and High Cost ..:p

Saya Ibu Heather Whitte, sebuah perusahaan pinjaman pinjaman pribadi. Kami sedang dan mengkhususkan diri dalam memberikan sebuah akhir pinjaman tahun, pinjaman Natal, pinjaman tahun baru bagi Anda untuk membayar setiap pinjaman koperasi bahwa Anda berada pada saat kita memberikan pinjaman kesempatan seumur hidup bagi Anda untuk membayar tagihan Anda dan utang pribadi dan Anda memiliki bisnis. pinjaman yang diberikan kepada individu dan perusahaan di start-up sebesar 2%. Jadi hubungi kami hari ini melalui email: (qualityloanfirms@asia.com)
(heatherwhiteloanltd@gmail.com). Datang dan pengalaman perbedaan dalam layanan kami.

Post a Comment